TEKAN POTENSI KARHUTLA DI TN WAY KAMBAS, DIREKTORAT JENDERAL PPI DAN KOMISI IV DPR-RI LAKUKAN PEMBINAAN MPA


Meningkatnya kejadian karhutla di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Balai Pengendalian Perubahan Iklim (BPPI) Wilayah Sumatera melakukan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Labuhan Ratu VII, Lampung Timur, desa penyangga TNWK, 30/10/2023. 

Anggota Komisi IV DPR RI, Dwita Ria Gunadi dalam sambutannya mengungkapkan desa penyangga Taman Nasional Way Kambas merupakan daerah pemilihannya (dapil) sehingga ia merasa ikut bertanggung jawab untuk turut memberikan pembinaan masyarakat untuk ikut serta dalam pencegahan karhutla di sekitar kawasan.

“Lampung Timur merupakan kabupaten dengan luas karhutla tertinggi di Provinsi Lampung. Luas karhutla di Lampung Timur adalah 2.973,80 hektare yang keseluruhanya berada di lahan gambut. Karhutla di lahan gambut amat sulit untuk dipadamkan sehingga kita harus manjaga agar tidak terjadi karhutla,” jelas Dwita.

Dwita juga menyinggung kebakaran yang banyak terjadi di TNWK. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, kejadian karhutla di TNWK dilakukan para pemburu dengan sengaja. Hal ini dilakukan untuk memasang perangkap dan memancing satwa keluar dengan tumbuhnya rumput baru sehingga mudah ditangkap.

“Kami meyakini jika masyarakat Desa Labuhan Ratu VII tidak melakukan kegiatan yang menyebabkan kerusakan ekosistem seperti pembakaran hutan, perambahan, dan perburuan liar di TNWK. Jadi kami mengharapkan bantuan dari masyarakat.  Pelatihan ini bisa diikuti dengan baik sehingga bisa memperoleh pengetahuan tentang pengendalian karhutla. Harapannya, kejadian karhutla yang terjadi di desa penyangga TNWK dapat diantisipasi terlebih dahulu oleh masyarakat,” harap Dwita.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim (BPPI) Wilayah Sumatera yang diwakili Kepala Seksi Wilayah III, Chandra Irfansyah mengungkapkan tingginya kejadian karhutla di TNWK harus diantisipasi. Kondisi saat ini dipengaruhi oleh situasi El Nino yang menyebakan banyak wilayah yang mengalami kekeringan sehingga mudah terbakar. El Nino yang berpotensi karhutla masih akan terjadi sampai dengan akhir tahun 2023.

“Sebagai upaya pencegahan karhutla Manggala Agni telah melakukan patroli terpadu dan patroli bersama masyarakat di sekitar desa penyangga TNWK,” jelas Chandra. Menurut dia, karhutlah di kawasan konservasi di Lampung yang terjadi dua bulan terakhir dengan luasan 2.000-an hektare lebih. 

Acara Pembinaan Masyarakat Peduli Api diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari desa penyangga TNWK. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan materi yang diberikan meliputi gambaran tentang karhutla dan perubahan iklim, perlindungan kawasan hutan, dasar-dasar pengendalian karhutla, dasar-dasar pemadaman, dan pembuatan alat pemadam karhutla sederhana yang dibimbing langsung oleh Daops Manggala Agni Sumatera XVII/Ogan Komering Ilir.

Hadir dalam acara ini Dwita Ria Gunadi (Anggota Komisi IV DPR RI), Kepala Seksi Wilayah III BPPI Wilayah Sumatera, Kepala Balai TNWK, Kepala Desa Labuhan Ratu VII, Masyarakat Desa Labuhan Ratu VII, Masyarakat Desa Braja Harjosari, Masyarakat Suko Rahayu, Masyarakat Braja Asri, dan Masyarakat Desa Rasau Jaya Udik.