DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PERUBAHAN IKLIM

DITJEN PPI BERSAMA DITJEN KSDAE BENTUK MPA DI SM CIKEPUH SUKABUMI

SUKABUMI (PKHL) – Tingkatkan pelibatan masyarakat dalam penggendalian karhutla di tingkat tapak, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) lewat Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) bersama Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara dan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem melalui Konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat melaksanakan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat (28 - 29/2/2024). 

SM Cikepuh yang juga bersebelahan dengan Cagar Alam Cibanteng ini merupakan lokasi rawan karhutla, yang seharusnya memiliki fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.

Kasubdit Pencegahan Karhutla, Anis Susanti Aliati dalam sambutannya menyampaikan bahwa sampai saat ini karhutla masih menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Berbagai upaya pengendalian karhutla telah dilakukan hingga kini dan hasilnya dapat terlihat dari berkurangnya karhutla. 

“Sebagai umat beragama, kita harus meyakini bahwa kerja pengendalian karhutla ini merupakan satu bentuk kesalehan ekologis. Kesalehan ekologis ini merupakan implementasi atau bentuk nyata dari kita mengelola lingkungan serta memperbaiki untuk kepentingan generasi yang akan mendatang. Salah satu upaya pengendalian karhutla dalam bentuk kesalehan ekologis adalah menyediakan fasilitas atau kenyamanan umat untuk beribadah,” terang Anis.

Anis mengingatkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempunyai garda terdepan dalam pengendalian karhutla yaitu Manggala Agni yang bersama-sama dengan Brigade Karhutla (Brigdalkarhutla), Satgas damkar dan juga masyarakat untuk melakukan aksi-aksi pengendalian karhutla di tingkat tapak.

“Pelibatan masyarakat untuk membantu upaya-upaya pengendalian karhutla ini diwadahi melalui pembentukan MPA. Masyarakat juga turut dilibatkan dalam upaya pengendalian karhutla karena dianggap sebagai orang-orang yang paling tahu dengan situasi dan kondisi di lapangan. Masyarakat yang tergabung dalam MPA akan dibekali dasar pengetahuan tentang pengendalian perubahan iklim dan juga karhutla,” terang Anis.

Anis berpesan agar peserta dapat menggunakan forum ini sebagai sarana belajar bersama. Karena ilmu tidak hanya didapat dari narasumber, tetapi masyarakat juga dapat memberikan timbal balik. Seringkali masyarakat menemukan permasalahannya dan juga dapat memunculkan inovasi-inovasi yang tidak terpikirkan oleh narasumber dengan mengangkat kearifan lokal.

“Semoga ilmu yang telah didapat melalui forum ini dapat ditularkan kepada masyarakat yang lebih luas. Pelibatan MPA  merupakan modal sosial yang kuat, sehingga kedepannya diharapkan MPA dapat terus bersama-sama melakukan kerja-kerja pendendalian karhutla,” tekan Anis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BBKSDA Jawa Barat, Mugi Kurniawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pengelolaan SM Cikepuh dan CA Cibanteng yang termasuk kawasan rawan karhutla khususnya saat musim kemarau.

“Melihat pada pengalaman kebelakang, kejadian karhutla sudah mampu ditangani dengan baik, sehingga tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalisir. Aksi-aksi ini agar dapat menjadi gerakan kita bersama dalam menjaga kawasan dan kejadian karhutla dapat dikendalikan,” harap Mugi.

Pembentukan MPA dengan jumlah 30 anggota yang berasal dari 5 desa di Kecamatan Ciracap dan Ciemas ini merupakan bentuk kerja sama Direktorat PKHL bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Proyek Indonesia REDD+ RBP GCF Output 2. Kegiatan pembentukan MPA ini terdiri dari sesi penyampaian materi dasar terkait karhutla dan perubahan iklim yang disampaikan oleh Plt. Kalaksa BPBD Sukabumi, Wakil Administratur/ KSKPH Sukabumi, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BBKSDA Jawa Barat serta personel dari Balai PPI Wilayah Jabanusra, dan dilanjutkan dengan simulasi kegiatan patroli, ground check (cek lapangan) dan pemadaman menggunakan peralatan sederhana. (PKHL, Ed.JDC)

-oOo-

Telepon: +62 (21) 5730144

Faksimili: + 62 (21) 5720194

Email: setditjenppi@gmail.com atau setditjenppi@menlhk.go.id 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Manggala Wanabakti Blok VII, 12th floor

Jl. Gatot Subroto, Senayan

Jakarta - Indonesia 

InstagramTwitterFacebookYouTube

MEDIA SOSIAL DITJEN PPI