AWALI PERINGATAN HARI OZON, KLHK SELENGGARAKAN TALKSHOW

“WANITA INDONESIA, UNTUK DUNIA RAMAH OZON DAN IKLIM”

Protokol Montreal telah sukses menghapuskan 99 % (sembilan puluh sembilan) persen Bahan Perusak Ozon (BPO) dan saat ini lapisan ozon telah berangsur pulih. Jutaan manusia dan ekosistem telah terhindar dari bahaya dan kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet. Dalam rangka memperingati hari ditandatanganinya Protokol Montreal, setiap tanggal 16 September diperingati sebagai Hari Ozon Sedunia, yang tahun ini mengambil tema “Perbaiki Ozon. Kurangi Perubahan Iklim” (Fixing the Ozone Layer, Reducing Climate Change). Mengawali perayaan tersebut, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK bersama Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia menyelenggarakan Talk Show “Wanita Indonesia untuk Dunia Ramah Ozon dan Iklim” (16/09) pada Festival LIKE (Lingkungan-Iklim-Kehutanan-Energi Baru Terbarukan) di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Talk show yang menampilkan beberapa narasumber pemimpin wanita/ Women Leaders ini mencoba untuk menggali keterlibatan pemimpin wanita dalam upaya perlindungan lapisan ozon dan pengendalian dampak perubahan iklim di Indonesia, diantaranya adalah Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK (Dirjen PPI) Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, IPU. Keterlibatan tersebut diterjemahkan pada aspek regulasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan akses energi. Penguatan di bidang teknologi pendingin terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat juga didukung oleh ketersediaan teknisi refrigerasi dan tata udara yang berkompeten.

Laksmi menyampaikan bahwa talk show ini juga mencoba untuk menggali aspek gender menjadi salah satu peluang dan keunggulan dalam mendukung pengendalian bahan perusak ozon. Dan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencegah dampak penipisan lapisan ozon khususnya di bidang kesehatan.

“Langkah antisipatif dalam mencegah atau meminimalisir timbulnya penyakit akibat radiasi sinar UV juga sangat diperlukan untuk menghindarkan terjadinya masalah Kesehatan”, ujar Laksmi.

 

“Indonesia telah menunjukkan komitmennya dengan meratifikasi Amendemen Kigali melalui Peraturan Presiden Nomor 129 Tahun 2022 tentang Pengesahan Amendment to the Montreal Protocol on Substances that Deplete the Ozone Layer, Kigali, 2016. Langkah tersebut merupakan awal yang akan ditindaklanjuti dengan redesain ulang peralatan pendingin, penggunaan refrigeran ramah iklim dan fitur hemat energi”, terang Laksmi.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kenaikan suhu bumi sampai dengan 0,5°C pada tahun 2100. Kombinasi transisi dari Bahan Perusak Ozon yang berpotensi menyebabkan pemanasan global, penerapan efisiensi energi pada peralatan pendingin, serta ketersediaan SDM yang kompeten memerlukan dukungan dari semua pihak. Langkah strategis di bidang kesehatan diharapkan dapat mendukung tercapainya ketahanan di bidang kesehatan.

Di akhir sambutannya Dirjen Laksmi mengajak agar perayaan Hari Ozon Sedunia Tahun 2023 ini sebagai momentum untuk melakukan upaya melindungi lapisan ozon dan mendukung upaya pencapaian komitmen penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

“Kolaborasi pemerintah dengan pelaku bisnis, masyarakat, akademisi, kelompok muda, komunitas lokal dan pihak-pihak terkait lainnya merupakan salah satu kunci keberhasilan pencapaian target tersebut. Mari kita perkuat komitmen pencapaian target penurunan emisi GRK dan pertumbuhan industri ramah lingkungan untuk membangun alam, bumi dan dunia tempat manusia tumbuh berkembang bersama yang nyaman,” tutup Laksmi.

Selain, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim talk show ini juga diisi oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Konsultan Aesthetic Clinic dan instruktur wanita untuk pelatihan teknisi RAC dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi. Acara tersebut berlangsung sukses dan dihadiri lebih dari seratus peserta secara online dan offline.

Sebagai kelanjutan dari peringatan hari ozon, akan dilaksanakan serangkaian kegiatan berupa lomba poster dan fotografi, The First National Ozone2Climate Skill Competition (1stNOSC) dan beragam kegiatan menarik yang diselenggarakan pada puncak hari Ozon Sedunia pada Ozone2Climate Fun Day tanggal 24 September 2023 di Jakarta.

Selamat Hari Ozon! Ozon Aman, Iklim Nyaman!

Jakarta, 16 September 2023