Menuju 20.000 kampung iklim Tahun 2024 :

Giat Jejaring ProKlim Kota Cimahi dan Surabaya

Mengawali Tahun 2024,  Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (BPPI JBN) memberikan  dukungan sebagai dinamisator menjadi tenaga pengajar atau narasumber dalam dua kegiatan yang berkaitan dengan Program Kampung Iklim (ProKlim). Keterhubungan dan ketersinambungan jejaring kerja yang telah dilakukan BPPI JBN sejak berdiri terus dilakukan dalam berbagai konteks kegiatan baik informal dan non informal, baik didukung pembiayaan negara maupun tidak. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan kuat bagi beberapa mitra kerja yang kemudian mengundang Balai dalam  inisiasi kegiatan yang dilakukan terutama terkait isu pengendalian perubahan iklim.

Penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) bagi pendamping ProKlim di Kota Cimahi diadakan di Kota Yogyakarta di inisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi pada tanggal 9 Januari 2024. Para peserta yang hadir merupakan aparatur dengan jabatan staf dan fungsional DLH Kota Cimahi yang ditugaskan sebagai pendamping bagi kelompok masyarakat skema ProKlim pada Tahun 2024.

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang dipilih dari lintas bidang di DLH Kota Cimahi. Pendamping diharapkan mampu melakukan pendampingan secara menyeluruh dan berkesinambungan kepada kelompok masyarakat calon ProKlim, mendampingi pengisian formulir ProKlim, melakukan registri ke SRN PPI skema joint adaptasi mitigasi dan pengisian aplikasi SPECTRUM. Dalam prosesnya tersebut Balai siap melakukan pendampingan kepada setiap unit manajemen yang membutuhkan melalui berbagai format komunikasi baik offline maupun online. Seperti yang telah dilakukan berkali melalui layanan klinik SRN dan lainnya.

BPPI JBN mengambil peran dalam beberapa materi utama yaitu: pengenalan ProKlim, simulasi pengisian formulir ProKlim, pengenalan SRN PPI dan praktek registri kegiatan skema ProKlim, dan simulasi pengisian aplikasi SPECTRUM. Seluruh materi adalah dasar dari langkah para pendamping dalam tahap pra hingga pengisian di aplikasi SRN. ProKlim 4 langkah yang dicetuskan Balai dapat menjadi acuan dalam proses pendampingan tersebut.

Giat kedua dalam peningkatan kapasitas jejaring mitra dilaksanakan di Kota Surabaya. DLH Kota Surabaya dalam koordinasinya dengan Balai telah mulai bergerak mendampingi 2 (dua) kelompok ProKlim yang akan diusulkan sebagai ProKlim Lestari pada Tahun 2024. Selain itu terdapat target 20 kelompok masyarakat dampingan calon ProKlim Lestari tersebut dan satu ProKlim Madya yang ingin meregistrikan pengembangan kegiatannya tahun 2024. Ini membuktikan bahwa ProKlim bagi Kota Surabaya sudah menjadi bagian gaya hidup, tidak berhenti pada diri sendiri namun menjadi duplikasi sesuai kondisi lingkungan yang ada kepada kelompok masyarakat lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid di kantor Kecamatan Sukolilo pada tanggal 15 Januari 2024. Dua lokasi calon ProKlim Lestari yang akan diusulkan pada 2024 adalah ProKlim Utama RW  1 Banjarsugihan dan ProKlim Utama Kelurahan Pagesangan. Sedangkan ProKlim Madya RW 6 Bubutan bermaksud meregistrikan perkembangan kegiatan ke SRN PPI pada tahun 2024.  

Kepala BPPI JBN, Haryo Pambudi, S.Hut., M.Sc., menyampaikan bahwa ProKlim sebagai kegiatan di tingkat tapak yang mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca dan upaya adaptasi terhadap perbuhanan iklim. Tren peningkatan yang signifikan atas pendaftaran ProKlim pada tahun 2022 oleh pegiat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara berpengaruh positif pada upaya pencapaian target nasional 20.000 kampung iklim tahun 2024.

Sementara Teguh Pramono, S.E., selaku Kepala Seksi Wilayah II, menekankan pada upaya kolaborasi dalam pengembangan ProKlim dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi, CSR, maupun pihak lainnya. Peran penting DLH setempat juga diperlukan dalam mendukung, menghubungkan, sekaligus menjadi pembina kelompok masyarakat yang ingin mengelola lingkungan hidupnya melalui kegiatan ProKlim. Dari berbagai pengalaman di lokasi lain, ProKlim dapat mendukung pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi para pegiatnya.

 

Yogyakarta, Januari 2024

Tim Kehumasan

C. Ugik Margiyatin

Atik Murwatiningrum